oleh Sekolah Alam Bogor - dikirim tanggal 08-02-2009Salah satu program pembelajaran yang diberikan pada siswa Sekolah Alam Bogor adalah Farming/bercocok tanam. Bentuk kegiatannya beragam, disesuaikan dengan level masing-masing. Misalnya untuk level SD kelas 5 kegiatan yang dilakukan mulai dari menyiapkan pupuk, menyiapkan lahan untuk bertanam, menanam benih, merawat sampai memanen dan menjualnya. Sedang untuk level TK-PG sebatas menanam benih di lahan yang telah disediakan, merawat sampai “membantu” memanen.Inti dari program ini sebenarnya bukan pada ilmu bercocok tanamnya, namun lebih kepada pendidikan karakter bagi para siswa. Ada beberapa bangun karakter yang diharapkan dapat terbentuk dari kegiatan ini, diantaranya : penghargaan terhadap sebuah proses, kesabaran (untuk menunggu hasil dan belajar mengambil hikmah jika terjadi kegagalan), kerjasama, empati (terutama terhadap para petani yang menyebabkan berbagai bahan pangan tersedia untuk mereka), dan membangun disiplin.
Pada jaman yang serba instan, seringkali orang lebih berorientasi pada hasil tanpa terlalu peduli bagaimana proses pencapaian hasil itu dicapai. Boleh jadi karena kecenderungan inilah tindakan tidak terpuji berupa berbagai tindak mengambil jalan pintas seperti korupsi, marak terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat, mulai kelas RT sampai kaliber nasional.
Farming adalah proses panjang sebelum sebuah hasil bisa dicapai. Mulai menyiapkan lahan, mereka mempelajari bahwa untuk bisa tumbuh dengan baik, maka tumbuhan harus diberi lingkungan yang baik dan sehat. Demikian juga dalam kehidupan mereka, kelak mereka harus pintar memilih lingkungan dan teman yang baik agar mereka bisa memiliki jiwa yang baik dan sehat.
Kemudian memilih benih yang baik. Hal ini penting karena dari benih yang baik muncul hasil yang baik pula. Tentu saja harus dibarengi dengan cara menanam yang benar, pemupukan yang sesuai, perawatan dan penjagaan yang penuh dedikasi dan sikap disiplin yang tinggi.
Meski secara umum kita sering berhasil memanen dengan baik, tapi tak jarang juga kita mengalami kegagalan. Seperti buah-buahan yang jauh lebih kecil dari seharusnya, sayuran yang mengering, atau kacang panjang yang mengkerut…………Kecewa? Tentu saja. Tapi dari sini kita membawa teman-teman kecil untuk belajar menerima kegagalan, kemudian mengambil hikmah, berefleksi dan belajar dari kegagalan tersebut.